…………………………xxxx

“Rambutan habiss…. Rambutan …habis…!!”

“Pa… paa…., Sudah Sampai Pak..!!” Seorang kondektur menepuk Bahuku.

“Oh…Ya…,terima kassih….!” Jawabku pendek.

Aku ketiduran dalam bis.. Maklum lah perjalanan jauh…. Banjar – Jakarta Hampir 7 jam aku dalam bis. Banjar adalah kota kelahiranku, Kota kecil sekitar 80 Km Arah selatan kota Bandung. Ini pertama kalinya Aku berada diJakarta.

Kring…Kriiiiing…! Hp disaku celanaku, berbunyi.  Rupanya Andri…

“ Halou…!!”

“Ya…! Aku Dah ..Nyampe, Nih..!” Jawabku

“ Lo.. Lansung Aja kemari…” Kata Andri

“ Naik …Apa…!! Jawabku Lagi

“ Naik Taxi.aja… Bilang  Jl. Mawar no 3.”

Kurang dari 1 jam, Aku dah nyampe di Jl. Mawar. Sebuah Rumah Kecil..Nan sederhana… telah terbuka pintunya. Andri …telah menantiku . disana.

“ Selamat …Datang ..di Jakarta.. Ben .”

“ Hai… Jam.. berapa dari Banjar …!! Andri menyapaku.

“ Tadi .. jam 7 pagi…!’

Andri  memang …sahabat Aku satu satunya… kami berteman sejak kecil…. Disekolah dulu,   Dia …

Bintang kelas…jago dalam segala hal …apalagi urusan…yang satu ini…pandai memikat  cewe- cewe.. Berbeda sama Aku …penampilan  ku biasa saja… sederhana..Tak ada yang menark dariku … Aku juga sempet keki sama Dia …  Ya…bagamana tidak… Dulu  Dia suka sama  Ketty … Ketty adalah  teman Satu sekolahan, ketika di SMP dulu .  Selain pandai … Dia sangat cantik  Kaya.. Tapi Dia engga sombong. Wajar  kalau aku Juga Naksir  SiDia…  Dan tentunya  Dia Lebih  memilih Aku ketimbang Andri…Sayang … kini aku tak tahu Dimana Dia sekarang.

“ Hai… Ko melamun, Ben…!” Andri sambil mebawakan segelas minuman..

“ Eh.. engga .. !” Aku tesipu.

“ Wah …jadi ngerepotin, nih…”

“ Biasa, aja ..Ben.. Anggap saja rumah sendiri…. Semuanya Aku yang

menyiapkan… maklum Istri ku .. belum pulang ..masih  ngantor.”

“ Lalu ..anakmu mana…?” tanyaku.

Andri  tidak langsung, menjawab … Ia kelihatan Sedih … matanya  berkaca – kaca.

“ Hm…!! Itu dia ..Ben.. kami belum dikaruniai Anak… Padahal kami

menikah ..sudah 2 th.” Andri menarik napas panjang.

“ Sorry..Dri… Aku tak bermaksud membuatmu jadi sedih..!” aku kasihan.

Aku berusaha menenangkan hati Andri …  Ku alihkan pembicaraan …Aku cerita masa kecil dulu Ketika kami ..masih di desa.  Adri pun Kembali riang . sesekali terdengar banyolan segar.. dari Andri. Andri berjanji Akan meperkenalkan Aku dengan atasannya.. yang kebetulan Lagi memebutuhkan karyawan baru di Kantornya.

Waktu terus bergulir…. Tak terasa, Aku sudah hamper  1 minggu berada di rumah Andri. Aku engga canggung lagi… apalagi istri  Andri … Ia sangat pengertian sekali…  Ia..bilang ..Andri sering cerita tentang ..Aku. Kenakalan kami ketika waktu di Desa dulu.. Tidak hanya itu saja, Aku pun sering diajak keliling Jakarta. Atau Shpoing. Dan nonton bioskop. Mereka bilang …Aku harus merubah penampilan ku. Biar sedikit nyentik. Sampai Akhirnya pada suatu hari

“  Ben..!! lamaran kerjamu udah aku serahkan ke kantor .. dan besok

Kamu  diminta datang  untuk di Inter view .”

Akusaranin.. baiknya rambut gondrong Mu itu di potong saja.” Andri  lagi

“   Lo…. Kenapa….?  Kan, keren…!!”  tanyaku

“   Iya….mas… ! Cakepan kaya gitu..”  Istri Andri ikut nimbrung.

“   Maksud  ku… engga usah dipotong pendek…. Tipisin dikit aja,  biar

kaya…. Kaya Bintang sinnetron ..si Tengku Ryan… Kali aja entar   Di sono

Ada yang naksir kamu… biar  kamu engga  ngejomblo terus….”

Andri sambil  ketawa .

Aku tak menjawab… hanya mesem saja.  Aku bangga memiliki sahabat kaya mereka. Aku pikir egga ada salahnya, ngikutin saran mereka …siapa tahu dengan sedikit merubah penampilan… Aku segera menemukan jodoh ku. Engga enak ngejomlo terus. 7 tahun menyendiri. Atau mukin Aku terlalu terobsesi dengan perasaanku sendiri… yang terlalu memikirkan ..Si Dia… Orang yang pernah mengisi hari – hariku yang tak lain Adalah ketty. Selain bangga ,…Aku sangat senang sekali  saat itu,.. karena Aku berhasil menggeser saingan beratku,… yaitu Andri. Sayang …kegembiraan itu harus segera berakhir,…Ketty keburu pindah sekolah. Lantaran Bapaknya Dimutasi kerja. Keluar kota. Katanya… korupsi…. Tapi mungkin itu hanya kabar burung, sebab tetanggaku bilang, Dia pindah bukan karena korupsi…melainkan naik jabatan. Akupun berharap demikian. Kasihan Ketty…Ketty Orangnya asyik Walau kaya, ia tak sombong, mau bergaul degan siapa saja, buktinya dengaku. Awalnya aku dan Dia… saling tukar kabar.. lewat surat, atau telepon.Namun entah mengapa.. kabar itu tak penah datang lagi… Sampai akhirnya perasaan itu Aku buang jauh – jauh …dan Kusimpan dalam – dalam.

Hari makin sore, lembayung kemuning makin menyingsing..Kumandang Adzan Magrib terdengar.. dari Mesjid Samping rumahnya Andri. Aku segera beranjak untuk menunaikan Shalat Magrib. Malam Itu aku engga kemana – mana. Aku memepersiapkan,perlengkapan  Kerja buat besok .

“  Gimana Ben…! Apa kamu sudah siap..” Andri keluar kamar

“   Sudah… hanya Aku Engga punya dasi..”  .

“  kamu pake dasiku Aja…!” sambungnya lagi, Andri masuk kamar untuk

mengambilkan  dasi  untuku.

Pagi hari.. yang cerah, secerah hatiku saat itu…Aku dan Andri segera menuju kawasan timur Jakarta. Kawasan industri Cikampek  dengan menaiki Honda jazz yang baru dibelinya sebulan yang lalu. Aku memakai kemeja warna krem. Dasi putih bergaris coklat, celana hitam bersepatu kulit warna hitam pula.. .brgitu juga dengan Andri, kami berdua Adalah Executive Muda yang keren – keren.  Untuk menghilangkan  kejenuhan, jalanan yang mulai macet.. Andri  memutar radio. Seperti biasa  Hard Rock FM yang jadi staion pilihan, selain lagunya enak – enak, penyiar radionya juga sayik-asyik…

Kurang dari  2 Jam.. Kami telah sampai, di sebuah gedung berlantai tiga… Andri segera menuju basmant, untuk memarkir mobilnya. Setelah segalanya disiapkan.. kami segera keluar dari mobil.

“  Itu mobil  Direktur..Ben…! “ andri sambil menunjuk Sebuah mobil BMW380i

Warna  Abu   metalik  bernomor Pol – B 2 NZ .

“   Wah kita berarti kesiangan …. Dong. !! ”

“    kesiangan ,sih engga….Ia memang selalu datang lebih awal. “

Aku engga menjawab, hanya sedikit Aneh.. kenapa mobil itu bernomor polisi… Seperti namaku.. Siapa  orangnya, laki- laki ..atau kah perempuan… pikirku dalam hati. Benar – benar tak habis piker.

Aku danAndri segera menuju Lobi, atau ruang Resepsionis, untuk megisi daftar tamu. Tampak beberapa orang sedang menuggu. Nampaknya mereka juga akan di Interview.

“  Kamu tunggu disini dulu, ya..Ben..!”

“  Aku mau keruangan kerjaku,  ada sedikit pekerjaan..yang harus

diseleseaikan, biasa ..lah , laporan bulanan. “ Andri menepuk bahuku.

“  Tunggu aja, giliran mu… entar dipanggil.”

Tanpa menunggu jawaban, dariku… Andri bergegeas menuju ruangan kerjanya. Dengan sabar ….Aku menanti panggilan .. Aku mengamati sekitar Ruangan.”  Wah.. Gede juga kantornya Andri. “  Aku dalam hati…. Aku ngobrol dengan para tamu yang lain, tuk sekedar menghilangkan kejenuhan. Seorang  perempuan, memakai sapari warna kuning kecoklatan.. mengnghampiri aku. Sambil tersenyum.. Ia berkata .

“  Pak ,Beben diminta,.. langsung menemui  Direktur. Mari Saya Antar.“

“  Baik Emba .. terima kasih…!! “ Jawabku.

Aku segera mengikuti langkahnya., menaiki anak tangga. Rupanya …Ruangan direktur berada dilantai 2. kami  melewati beberapa ruangan… Ada sebuah ruangan besar. Lengkap dengan meja petak . masing – masing meja dilengkapi 1 unit Computer. Mungkin ini yang disebut ruangan pertemuan . tak ada aktivitas atau kegiatan lain disana. Begitupula dengan ruangan yang lain masih tampak kosong.

“   Lalu dimana ruangan Andri tempat bekerja. Kenapa sudah hamper satu  jam Ia

tak  menemui Aku. Katanya sebentar saja….? “ kepaluku dipenuhi  pertanyaan.

“  Ini ruangan Direktur..Pak..! ketuk saja pintunya .”

Aku terdiam sejenak, deg – degan rasanya…  setelah sekian lama ..Aku mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Hanya 3x ketuk saja …Terdegar sahutan lembut dari dalam …

“   Langsung Masuk saja…!” pendek.

Seorang perempuan telah berdiri..membelakangi Aku. Ia mengenakan pakaian Safari Warna Hijau lumut  kerudung Krem dan mengenakan kaca mata Hitam. Tampak serasi sekali dengan postur tubuhnya yang tinggi semampai.Sepertinya sedang mengamati keadaan diluar sana. Ia mengintip sesuatu dari balik jendela.. Oh ..Aku baru tahu ternyata  Direkturya seorang perempuan… Sayang nampaknya Aga ketus. Sombong banget ..!!

“  Jam berapa kamu datang….?? “

“  Jam…Eu…Jam 07. 30 …Bu…” Aku sedikit gugup

“   kenapa kamu terlambat…Kamu tahu siapa saya…? “

“  Ia…Bu..!! Ibu Adalah Direktur diperusahaan ini…”

“  Peraturan disini mengharuskan… bawahan  harus datang lebih awal

ketimbang  Direkturnya…!! ”. katanya lagi masih membelakangi aku..

Sungguh aku menyesal  ketemu Atasan kaya gini.. mendingan Aku engga usah jadi kerja disini Aja…

Tapi kenapa.. Andri  kerasan tinggal sama Boss kaya gini..

“  Hm…. Kenapa kamu terdiam Ben..?” kali ini Ia lirih.”

Aku sedikit heran kenapa Ia sudah tahu Namaku duluan.. Mungkin Ia sudah membaca berkas lamaraku. Aku engga mau aambil pusing. Dan satu hal…. Suara Itu sepertinya Aku Kenal. Tapi dimana Ya…

“  Apa kamu …engga ingat Aku….? Atau jangan –jangan kamu..sudah

melupakan aku….?!! “ kali ini Ia mempersilah kanku duduk

Aku terdiam saja …menundukan kepala..tak kuasa dipandangi terus….aku mencoba mengingatnya….tapi tetap tak ada gambaran… Ya…walau seprtinya ..Aku kenal suara ini…. Sidia sangat beda …. Ia ramah … sopan dan tidak kelihatan galak kaya orang didepanku ini. Aku hanya menggelengkan kepala ..sebagai, bahasa Isyarat. Ia bangkit dan berkata….

“   Aku adalah teman…sekolah di Desamu dulu…!! “

Ia pun membuka kerudung, dan menanggalkan kaca mata hitamnya….. tampak rambut panjang sebahu.. …yang sedikit ikal, itu dibiarkannya tergerai dipundak. Sebuah senyuman lembut merekah..dari bibir mungilnya… masih  terlihat  sama seperi  7 tahun  yang lalu…Manis …namun penuh kepastian…..

Sungguh aku tak pernah menyangka… akan ketemu Dia disisni.. Yang kini menjadi atasan ku…. Mau dikemanakan muka ini… Wah tengsin ABiiiss dech…!! Hampir copot Rasanya… jantung ini…. Sambil… terus tersenyum …. Ia ..Mendekat menghampiri Aku,..Lalu berkata

“  Aku ini…Ketty ,..Ben..!! Ketty mu  yang dulu…!! ”

Ia meraih tanganku…. Kuremas tangan itu…dan kuciumi… Aku…Hampir kehabisan….kata – kata hanya… mataku yang berkaca –kaca, penuh rasa haru.Tak satu katapun yang Kuucapkan…

Sebuah tepuk tangan …. Mengagetkan aku…. Oh.. teryata Andri….!! Tapi… kenapa ko rame….Rupanya yang datang…tidak hanya Andri…. Hampir semua karyawan… tidak ketinggalan Istrinya Andri..juga datang…mereka kompak bernyanyi…           sambil menaburkan bunga..

“  Happy Birthday To you… Happy Birhday To you… !! ”

“  Selamat Ulang tahun …Ben..!! “ Andri Ngajak bersalaman.

“  Selamat ulang  tahun juga….!! “ jawabku penuh rasa haru

Teman – teman Andri…. juga turut mengucapkan nya…Hari ini 24 Desember 2003 Adalah hari ulang tahunku… Aku sendiri hampir melupakanya … maklum lah …seumur – umur, Aku tak pernah merayakanya….

“  Kalian rupanya… masih ingat hari kelahiranku … terima ksih atas semua Yang   …kalian berikan… Aku, sangat bangga sekali memiliki  sahabat…seperti …kalian..!! “ Aku memulai pembicaraan

“   Ah..itu tak seberapa … Ben…!! “ sahut Andri

“   Terima kasih … semuanya. Eh..tapi kenapa  Istrimu bisa berada   …disini..? bukanya …Hari ini Ia harus ngantor..? “ tanyaku

“  Dia memang harus ngantor… dan kantornya disini… Linda adalah    sahabatku dulu …. Ketika aku di SMA… kami teman satu kelas… seperti Aku dan kamu dulu..!! “ Ketty yang dari tadi terdiam.

‘’  kenapa kalian engga pernah cerita ..? “ tanyaku sambil melirik Andri dan   Linda Yang  lagi  mesem.

“   Merekalah… yang merencanakan semua ini ..Ben..!! tanpa bantuan   mereka,  mungkin Aku takan ketemu kamu lagi…!!. “ Ketty Lagi.

Ketty terdiam sejenak, sambil merogoh saku bajunya.. Ia berkata lagi..

“  Dan satu hal lagi.. aku punya hadiah special untukmu..Ben..!! “ ketty   sambil mengacungkan  sebuah kunci… ternyata kunci mobil.

“  Aku sengaja belikan untukmu, seminggu yang lalu sebuah mobil   BMW yang pelat nomornya ,  Aku pesan.. Kusus Sesuai namamu. Itu semu Aku  berikan sebagai Imbalan  dan rasa  terima kasih ku… sewaktu    Aku minta kamu Antar Aku, ke toko buku… Aku  masih ingat …  Kamu gayuh  sepedamu.. dengan terengah – engah. Waktu itu  kita kehujanan. Aku juga masih menyimpan  buku …… pemberian mu .. itu ….Ben..!! “

Ketty meraih sebuah buku Diare warna ping  yang tersimpan di atas meja. Ia menyodorkannya  kepadaku Tak ada yang berubah dari buku itu…Masih utuh..terawat dengan rapi.

“ Di dalamnya ada Fotomu…Foto yang kamu berikan saat Aku mau pindah sekolah dulu…Walau tak bisa bicara… tapi dia tetap tersenyum….Mudah mudahan  dengan semua pembuktian  ini… kamu   tidak lagi meragukan  cintaku, Ben…!! Kamu juga tidak kesiangan lagi karena kamu bisa naik mobil sendiri…”

Aku tak menjawab, Ketty benar – benar Berhati Emas pemberian itu..menurutku terlalu berlebihan….diterima kerja saja, Aku masih beruntung. Namun setelah Andri dan Linda …meyakinkan aku, Akhirya aku menerimaya. Hari itu tak ada kegiatan kerja yang berarti. Para karyawan diperbolehkan pulang lebih awal. Hanya Tinggal aku Andri, Istrrinya … dan tentunya, Ketty dong… Kami Asyik mengobrol. Kini Aku pun tak canggung lagi. Bahkan … disela canda – tawa.. kami terkadang ber pelukan dengan pasangan, kami …masing – masaing.

About benszabrah

Komputer & Tecknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s