………………..

Teng…teng..teng…!!

Lonceng berbunyi…sebanyak 3x…, Tanda waktu istirahat ke 2 telah tiba…aku yang sembari tadi BT dengan pelajaran Biologi..segera bergegas menuju Ruang Perpustakaan…yang berada di ujung sekolahan…Ya bagaimana tidak…Bu Sumi namanya..Guruku yang satu ini, super bawel and cerewet..sok diplomasi…tapi tetep aza pelajaran yang ia kasih..ga ada yang nyangkut satupun dikepalaku. Malah banyak dari kami yang ga peduli dengan guru ini..Mereka lebih Asyik main Sms san.. atau malah  ada juga yang ketiduran..seperti halnya Badrun..yang duduk sebangku denganKu..Ih jorok banget Ngiler lagi..!!

Rupanya, Unang, Darman dan Andri… telah berada diruangan itu sejak  tadi..maklum lah, kelas mereka lebih dekat ketimbang Aku…

“ Kenapa  Ben…Muka lo lecek kaya gitu…” Andri  yang pertama meyapaku.

“ Ia kaya baju belum di setrika aja lo..” Darman menimpali, sambil melipatkan     buku ..yang sedang dibacanya..

“ Ah..biasa..paling lg marahan ma Doi..” Unang menggeser bangkunya mempersilakan aku duduk.

“ Sudah-sudah itu ga penting..!!” aku mulai mengalihkan pembicaraan.

“ Gimana besok, jadi ga ne kita jalan…” aku lagi.

Angin Semilir..riuh daun-daun, gemerisik menambah  Asri… suasana pagi itu…Kicau burung pun tak luput Kudengar diatas pohon Nangka yang ada di samping Rumahku..Sesekali Kudengar Ricuh suara petani sedang memanen padi disebrang jalan sana. Aku memang tinggal tepi Pegunungan Gunung Sangkur… berada di ujung selatan JAWA-BARAT. Selain tinggal di daratan yang lebih tinggi…kota tempatku tinggal ini memang agak jauh dari keramaian..kota. keramaian orang yang selalu penuh dengan keserakahan dan kesombongan duniawi semata…bahkan mereka para anggota dewan yang katanya..merakyat itu…lupa dengan janji yang diucapkan ketika berkampanye dulu…iapun lupa akan amanat rakyat yang telah dipercayakan melalui suara pemilu..semua hanyalah tipu muslihat saja…agar mereka mendapatkan jalan mulus menuju gerbang kemusrikan ..

Pagi yang cerah ini…Aku sedang berkemas… bersiap untuk melakukan perjalan jauh bersama teman-temanku. Sesuai rencana kami berenam akan menuju kota serandil kota yang lumayan jauh dari tempat tinggalku ini. Tepatnya berada di daerah pesisir pantai selatan. Aku hanya membawa 2 stel pakain saja, perbekalan makan, peralatan panjat tebing..dan tentunya Aku tak lupa membawa kain sarung lengkap dengan sajadahnya… memang Orang tuaku selalu mengajarkan pada anak-anaknya. tentang keagamaan.makanya dimanapun kita berada Kita harus ingat dengan Tuhan. yang telah memberikan segala Nikmat hidup…di Dunia ini. Bi Inah lah yang menyiapkan segalanya…

“ Dihabiskan dulu sarapanya den..!!” bi Inah sambil menyodorkan tas besar      kepadaku.

“ Ia..bi.. makasih..!!!” aku menyeruput kopi yang tinggal seperempat gelas lagi.

“ Nyam…nyam.enak bener pisangnya bi…!!

“Oh.. itu pisang tanduk pemberian pak husein..Den !!” Bi Inah melangkah menuju kedapur.

Belum sempat kuhabiskan pisang yang  sedang kumakan…tiba-tiba terdengar suara

Tet..tet…tet.!! klakson motor vespa vx th 74

Rupanya Deni….kali ini ia datang lebih awal ketimbang biasanya munngkin ia takut ditinggal lagi seperti minggu lalu..ketika kami melakukan pendakian di Gunung gembok.

“ Mana yang lain…!! Ko sendirian “ aku menghampiri Deni yang kerepotan menyandarkan  motornya

“ Noh dia..!! Deni menunjuk ke arah datangnya Unang dan Badrun yang Nampak keberatan dengan barang bawaanya..

“ Uh.. ..!!” Badrun melenguh kecapaian..

“ Si Darman mana..Ko..ga keliatan batang hidungnya..?’’ aku lagi

“ Tadi..ia mampir di kali…katanya perutnya mules..” Unang meletakan Ranselnya..setengah dibanting…

Selang beberapa menit kemudian..terliat Darman datang…melangkah gontai dengan sesekali meringis memegangi perut..sementara dibahunya tampak  Tas besar  yang masih setia dalam gendonganya.

“ Kenapa lo man…meringis kaya gitu?”  aku menyapanya..

“ Sialan ne.perutku mules…tadi Ibuku masak sayur lodeh kepedesan.”      Darman Sambil meletakan tasnya.

“ Ya udah..kalian istirahat dulu..entar kalau dah baikan , baru kita berangkat.”

“ Istirahat di dalam aja yu…” Aku sambil melangkah untuk mengambilkan minuman.

Hampir satu jam lamanya kami istirahat..Darmanpun ga keliatan meringis lagi. Ia bilang sakitnya dah reda. Kamipun kembali berkemas  dan segera menuju stasiun cikawung  yang berjarak sekitar 3 km arah utara. Naik kereta adalah  pilihan kami Darmanlah yang memberi usulan . Selain ongkosnya murah, kereta merupakan kendaraan Favorit di daerah kami, juga merupakan kendaraan alternatif lain menuju kota Cilacap..

“ Lama banget si lo…aku tungguin dari tadi.” Andri bersungut dengan wajah   cemberut.

“ Sory  Dri, kami terlambat..darman sakit perut.” Aku mencoba menjelaskan.

“ Tapi kan kalian bisa telepon..paling tidak sms lah..jadi kan aku ga khawatir.”

“ Ya, udah kalian aku maafkan..ne karcisnya .” Andri menyodorkan karcis ada kami berlima.

Hari makin siang…jam ditanganku menunjukan pkul 10.00 tepat..Kereta yang kami tunggu telah tiba. Kamipun segera bergegas bersama penumpang lainya..dengan sabar kami memberi waktu kepada  para penumpang yang akan turun. Kebanyakan dari mereka adalah wanita. Kemungkinan besar baru pulang dari pasar…Kami naik..digerbong yang paling belakang. Karena gerbong lain telah penuh sejak stasiun sebelumnya. Pak kondektur bilang. Ada  penumpukan penumpang di stasiun Banjar. Sayang aku ga sempet menayakan ada apa yang terjadi..??

“Si Andri mana..Man..??

Aku sambil merebahkan badan disandaran kursi kayu. Maklum kereta yang kami tumpangi adalah Kereta yang tempat duduknya terbuat dari kayu. Lebih mirip sebuah bangku  panjang. Memanjang sepanjang gerbong..di sisi kiri dan kanan. Sementara di tengah juga di pasang bangku yang sama, namun ga ada sandaranya.

“ Oh..kayanya tadi…Dia naik di gerbong depan..” Darman.

“ Mungkin kepincut ceweq tadi.. Ceweq yang pake baju merah Ben..!!” Unang  menimpali

Aku ga jawab. Aku tau persis kelakuan temenku yang satu ini..Ga bisa diem kalau liat ceweq bening.

“ Geser dikit dong..Ben..!! aku mo bobo ne…” Badrun setengah mendorong badanku ke pojokan.

“ Wah…ini lagi..dasar kebo…doyan banget se lo molor..” Unang yang badanya hampir tersungkur …kesenggol si Badrun. yang badanya super gede.

“ Hm…!! “

Aku  hanya mesem melihat tingkah mereka..dasar Badrun ga di mana-mana yang ada dalam pikiranya Cuma tidur + makanan doang…

“ kwik…kwiiik..kwik..kwiiii..!!

Laju kereta makin kencang…jalanya goyang-goyang, aku yang terasa di ayun- ayun akhirnya ikutan merem … serta semilirnya angin yang masuk dari celah jendela…semakin menambah pules tidur kami… aku terbagun ketika kondektur meminta memperlihatkan karcis saja…dan kembali tertidur lagi.

“ Bangun….bangun….!! ”

“ Bangun …Ben..!”  Rupanya Andri menepuk pundakku..ia tengah berdiri dihadapanku bersama seorang gadis berbaju merah..

“ Oh..ini rupanya ceweq baju merah yang tadi…di ceritain Unang….?? Cantik juga..!!” Gumamku.

“ Tuh..yang lain bangunin…Ben..!!

Andri..malah menggandeng tangan si gadis …Aku memberi senyum padanya..Lalu gadis itu pun tersenyum manggut setengah membungkuk, penuh rasa Hormat.

“ Mari siap-siap..distasion depan kita turun…!! Andri lagi.

Akhirnya kereta pun berhenti di Stasion jeruk Legi…kami pun turun..tentunya  tak lupa dengan barang bawaan kami.

“ Sory ne…. Ben..!!”

“ Kayanya kita harus berpisah disini..aku harus mengantar gadis ini…dulu.

“ Kasian…sendirian..!!”

“ Kalian jalan duluan aza..”

“ Entar aku nyusul..!! Kita ketemuan di tempat biasa..Di warungnya  Pak Karta…” andri memberi komando.

“ Dan elo Drun…Badan  lo kan gede.. Tolong bawain tas gue,  Ya..!!”

Andri menyodorkan tas gendong pada Badrun setengah dilempar.Badrun pun menangkapnya. Dan memang…Badrunlah yang badanya paling gede diantara kami…kebayang ga..?? badan gede… bawa tas besar-besar digendong …depan-belakang…sementara tangan kiri-kananya sibuk memasukan makanan kedalam mulutnya sejak tadi turun dari kereta, ga henti-hentinya…. Persis badut ancol..!!

“ Ya udah….aku jalan dulu ya…!!”

Tanpa menunggu jawaban, Andri melangkahkan kakinya..menghampiri angkot yang sedang ngetem. Aku ga tau persis kemana tujuan mereka. Yang jelas angkot itu  bertuliskan Cilacap – Sidarja.

“Uh…Dasar..Andri…!!”

Aku hanya menggelengkan kepala..seolah tak percaya…menatap mereka yang menhilang ditikungan jalan…

“ Sekarang kita gimana ne, Ben..!!” Deni penuh kebimbangan

“ Ia  ne…Si Andri yang kita andalkan sebagai penunjuk jalan aja…kaya gitu..? timpal Darman..

“ Terus kita gimana…masa ia kita harus balik lagi..?!” Deni lagi..

“ Kamu ko terus..terus mulu Den.. Teruus ya makan..!! Badrun yang dari tadi mulutnya ga pernah absent dari makanan.

“ Kalian ada aide, ga…? Aku balik bertanya.

“ Ada…!! Badrun penuh sigap.

“ Ide apa….??! kami serentak.

“ Makaan dulu…He..hee..!! Badrun cengengesan

“ Huuuh..!! Darman dan Unang penuh kesal.

“ Oh…iya..Aku baru inget…!!” Unang.

“Kira-kira setahun yang lalu..aku pernah berkunjung kerumah nenek..di daerah Kroya, kalau ga salah liat setengah perjalanan ada papan nama bertuliskan Taman Cagar Budaya Cilacap.” Sambungnya lagi

“ Jauh ngga dari sini…Naek Apa..??” Badrun, kali ini ia serius.

“Oh…itu..tu..naek angkot yang warna kuning…!!” Unang menujuk sebuah angkot yang berada di sebrang jalan.

Akhirya kami kembali melanjutkan perjalanan dengan menumpang sebuah angkot yang Unang tunjuk tadi. Kami pun ngobrol dengan Pak sopir…tentang tujuan kami. Kami minta diturunkan di tempat yang di maksud…Pak sopir sempat mengingatkan kami agar mengurungkan niat kami, melakukan Camping didaerah tersebut. Ga jelas alasannya. Ia hanya mengatakan tempat itu telah ditutup sejak enam bulan yang lalu…Sepertinya ia menyembunyikan sesuatu dari kami…dari mimik mukanya keliatan sekali seperti  orang yang ketakutan.

“ Ini tempatnya, Den..!!” Pa sopir menghentikan laju mobilnya.

“ Berapa ongkosnya, Pa..?? Unang menayakan ongkos.

“ Tigo ngewu mawon Den..!!”

Unangpun menyodorkan uang ribuan sebanyak tiga lembar..

“ Oh Tigo ngewu tuh Rp. 3.000 toh.” Gumamku..dalam hati. Aku memang kurang  mengerti bahasa jawa..walau terlahir di tanah Jawa.

Kami pun turun…dan memang benar, tempat ini terlihat sepi…tak ada aktivitas yang berarti disana..aku sempat membaca sebuah papan pemberitahuan bertuliskan tempat ini ditutup untuk umum.

“ Wess cak, mending koe mulih bae..timbang ketiban ciloko..!!”

Supir itu  kembali mengingatkan kami.

Kami hanya tersenyum melambaikan tangan.

“ Ih… Serem bener tempat ini..!!” Darman penuh ketakutan.

“ Ia…didalam ada makanan egga ya, Pulang aja yu…!!” Badrun mepet deketin si Unang.

“ Apaan se lo, Drun..! Badan aja lo gedein, tapi nyali lo ciut.” Unang kesal.

“ Kamu yakin, ini tempatnya…?” aku melirik Unang.

“ Ia bener ko..Tapi aku juga ragu..entar aku tlepon Andri deh.” Unang merogoh handphond di saku celananya..

Unang Mengernyitkan keningnya. Penuh rasa cemas.

“Kenapa Nang..?” aku.

“ Ini batrainya Low Bat.”

About benszabrah

Komputer & Tecknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s