Saat smua orang melambaikan tangan, dan mengucapkan “slamat jalan sobat, semoga engkau tenang di alam yang abadi”. Disanalah sedamai-damainya tempat nan kekal. Perjalanan panjang yg sangat melelahkan, kita beriring. Kadang kita tertawa, kadang harus menangis. Suka-cita duka dan nestapa, silih berganti. Itulah hari-hari yg kita jalani bersama. Kini jadi sepi, jangankan gelak-tawa dan menangis, bisikmu tak lagi kudengar. Wahai roh yg tenang, kini aku terkujur kaku, membeku. Kau hanya diam memandangku, sedih. Tak mampu merangkai kata, ‘tuk ku ucapkan lewat bibirku yg pernah kau banggakan. Maafkan aku wahai roh yang tenang, jika slama mendampingimu membuat bathinmu menderita. Aku hanyalah jasad, yang kadang hanya menjadi korban nafsu angkara murka ! dan pura-pura. Tak ada yg dapat ku banggakan wahai sobat, kini aku sedang diusung menuju liang lahat, tubuhku akan hancur berserak, Sementara kau kembali ke alam keabadian. Slamat jalan sobat, Slamat jalan wahai roh yg tenang. Inilah takdir kita.

About benszabrah

Komputer & Tecknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s